Everlasting
Love
Oleh
: Aghny Akromuddin El Haq
Pagi
itu begitu sejuk. Langit yang tampak kuning tak dibayang-bayangi pohon. Di
dalam sebuah rumah dibalik jendela yang terbuka terdengar suara nyanyian burung
yang indah. Aku merapikan tempat tidur dan bersiap untuk mandi, dan setelah
mandi aku berkumpul sejenak dengan keluargaku untuk sarapan pagi. Waktunya
untuk pergi sekolah, aku dan adikku diantar oleh ayah. Adikku sekolah di MI dan
aku sekolah di Mts kelas 8.
Jam
menunjukkan pukul 01:00 waktunya pulang sekolah,tanpa menunggu lama aku sedah
di jemput ayah di depan gerbamh sekolah. Setelah sampai di rumah aku bergegas
berganti pakaian dan menuju ke ruang makan untuk makan siang. Siang itu tersa
panas, membuat kami berkipas-kipas gerah. Karena siang itu tidak ada kegiatan,
aku mengajak adikku untuk memancing di kolam belakang rumah, adikku pun setuju
dengan ajakanku dan kami mempersiapkan alat untuk memancing.
“Bu,
kami mau berangkat macing ikan dulu yaa...!” pintaku pada ibu sambil membawa
alat-alat pancing itu.
“Ya,
hati-hati, jaga adikmu baik-baik jangan sampai sore pulangnya nanti ayah marah”
pesan ibu pada kami.
Begitu
sampai aku dan adikku begitu semangat mencari umpan di sawah dekat kolam.
Matahari begitu terik dan terasa panas, namun tidak menurunkan semangat kami
untuk cepat-cepat ingin mendapatkan ikan yang besar dan banyak. Setelah sekian
menit kami memancing, banyak sekali ikan yang kami dapat ,mulai dari ikan lele,
ikan gabus dan lain-lain.
Tak
terasa, matahari sudah beranjak menuju senja. Matahari sudah terlihat putih
kemerahan dan tak terasa panas lagi. Karena sudah sore, aku dan adikku bergegas
pulang. Ikan yang kami dapatkan pun lumayan banyak, lebih dari cukup untuk
makan malam bersama keluargaku. Sesampainya di rumah, ibu tampak senang dengan
ikan tangkapan kami, karena ikan tangkapan kami terlihat banyak dan
besar-besar. Ikan itu masih hidup-hidup, lalu kami tampung dalam ember yang
besar.
“Bu,
kita goreng saja ikan ini untuk makan malam kita?” tanyaku dengan senang.
“Iya,
nanti ibu goreng ikannya.” Jawab ibu.
Lantas
ikan sudah berada dalam ember itu, aku simpan di dapur rumah dengan ditutup
oleh talam besar dan atasnya diganjal dengan batu agar ikannya tidak melompat
keluar. Sembari menunggu ibu menyiapkan bahan untuk menggoreng ikannya, aku
bergegas mandi dan sholat maghrib. Ikan yang tadi kami pancing, kini sudah mati
dan di goreng untuk santapan makan malam kami.
Setelah
makan malam, kami bergegas sholat isya’. Kami berkumpul di ruang keluarag
sembari menonton tv bersama keluargaku. Kami saling mengobrol tentang
pengalaman kami pada siang tadi.
Setelah
hari kemarin berlalu, hari ini adalah hari libur. Aku menunggu temanku yang
biasanya mengajak aku untuk lari-lari pagi di sekitar desa. Aku masih menunggu
di depan rumah sambil meregangkan otot agar tidak merasa kaku. Sudah 30 menit
aku menunggu, namun tidak kunjung datang juga. Akhirnya, aku pergi lari-lari
seorang diri sembari melihat pemandangan yang indah di pagi hari. Kakiku sudah
mulai teras pegal, aku putuskan untuk kembali ke rumah.
Sampai
dirumah, ibu telah siapkan sarapan pagi. Tak lama kemudian adikku datang
menghampiriku di ruang makan.
“Kak,
hari ini kakak ada acara apa?” tanya adikku sambil mengambil nasi.
“Kakak
tidak ada acara, memang kenapa?” tanyaku balik.
“Nggap
papa, nanti kita pergi ke pantai ya kak?” tanya adikku kembali.
“Ayo,
mandi dulu gih sana.” Kataku
Setelah
selesai makan, aku segera mandi dan bersiap untuk pergi ke pantai bersama
adikku. Aku pergi ke garage untuk mengambil motor.
“Ayo
dik cepat nanti kesiangan, kan panas” kataku sambil menghidupkan motor.
“Iya-iya
sebentar” jawab adikku
Selang
beberapa menit adikku datang, dan aku langsung menstarter motorku dan langsung pergi ke pantai. Dalam perjalanan aku melihat
pemandangan yang sangat indah dan mempesona,aku baru tahu ternya beginilah
suasana di desaku pada pagi hari. Setelah sampai di pantai aku bergegas turun
dari motor dan berjalan ke bibir pantai. Airnya sangat sejuk dan dingin, ku
basuh mukaku dengan air laut yang biru. Tampak dari kejauhan perahu nelayan
yang pulang dari melaut. Mereka sudah biasa pergi melaut hingga berhari-hari,
namun jika cuaca kurang baik mereka tidak berangkat melaut. Tidak jarang jika
mereka tidak mendapat penghasilan jika mereka tidak melaut.
Hari
menjelang siang, matahari sudah terik aku dan adikku bergegas pulang. Sampai
dirumah ibu dan ayah sedang santai di depan rumah sambil berkipas-kipas gerah,
seperti hari kemarin yang sangat panas. Hari ini kita mengobrol saja, semua
tertawa dan tampak bahagia.
“Siapa
yang ingin makan ice cream” tanya ibu.
“Aku,
aku....” jawabku,adikku, dan ayahku.
“Ibu
ambil ice creamnya dulu di kulkas” kata ibu
Sembari
menunggu ibu mengambil ice cream, aku mengambil makanan ringan didapur rumah.
Selang beberapa menit ibu kembali dengan membawa ice cream yang ia tawarkan
kepada kami.
“Aku
mau yang rasa jeruk” teriak adikku.
“Aku
juga mau yang rasa jeruk” kata ayahku sambil memegangi tangan adikku.
“Emmm,
aku mau yang rasa nanas” kataku sambil meminta ice cream kepada mama.
“Iya
iya sabar dulu, nanti ibu ambilkan lagi” kata ibu.
Akhirnya sekian lama kami menunggu
Ibu, Ibukupun datang juga dengan membawa Ice Cream yang ibu janjikan kepada
kami. Tak terasa beberapa menit kami menikmati Ice Creamnya, ternyata sudah
habis. Aku bergegas pergi ke dapur untuk mencuci tangan yang terasa lengket
karena terkena ice cream.
Tak terasa haripun sudah menjelang
sore, selang beberapa menit temanku datang dan mengajakku bermain sepak bola.
Tanpa ijin kepada ibu dan ayahku, aku langsung pergi saja dengan temanku
kelapangan dekat sekolah adikku.
Sudah
beberapa jam aku bermain sepak bola, walaupun begitu teman-temanku tidak tampak
keletihan, mereka masih semangat dan ingin mencetak gol lebih banyak. Namun
hari sudah menjelang petang, akhirnya aku mengajak untuk pulang.
Setelah
sampai dirumah, aku di panggil ibu,
“Kemana
kamu pulangnya sore begini” tanya ibuku dengan wajah kesal
“Dari
lapangan” jawabku sambil menatap lantai
“Kok
gak bilang sama ibu dulu kalau kamu pergi” tanya ibuku kembali
“Iya
maaf bu, aku tidak akan mengulanginya lagi” jawabku kembali
“ya
sudah mandi sana” suruh ibuku
Akhirnya
aku bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku pergi ke dapur untuk
makan, namun setelah saya mengambil nasi ternyata ibu belum memasak lauknya,
lalu aku mengambil telur di kulkas dan menggorengnya. Tak butuh waktu lama
telur gorengnya sudah matang, sembari menunggu telur gorengnya tak panas lagi
aku membuat es sirup. Setelah itu, langsung aku makan sampai habis.
hari
sudah mulai larut malam, aku pergi kekamar dan tidur dengan nyenyak.
Wah seru juga bacanya gan
ReplyDeletekeren cerita mas... memancing emang bikin ketagihan gan....
ReplyDeleteTerima Kasih Atas Kunjungannya
ReplyDelete