Wisata di Indonesia tidak kalah menarik dibandingkan dengan wisata luar negri, namun masih banyak orang yang tidak mengetahuinya.
Salah satu wisata yang menarik di Indonesia adalah di Jawa Tengah, Jepara.
Tempat wisata di daerah Jepara sangat banyak dan tentunya sangat indah.
Inilah daftar tempat wisata di Jepara:
1. Pantai Kartini
Pantai Kartini adalah obyek wisata pantai di Bulu, Jepara, Jawa Tengah. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari pendopo Kantor Bupati Jepara. Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Selain itu Pantai Kartini, tidak bisa lepas dari suatu acara tradisional yang disebut “Lomban”. Acara ini merupakan acara budaya masyarakat Jepara yang berlangsung selama 1 hari tepatnya pada tanggal 8 Syawal atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Pantai Kartini disebut juga "Pemandian" yang terletak di bagian barat Pantai Kartini, karena pada awalnya digunakan sebagai pemandian yang dipercayai masyarakat dapat menyembuhkan penyakit rematik. Selain itu, banyak fasilitas yang dapat digunakan para pengunjung. Yaitu: Fasilitas • Pantai dan Taman
• Kura-Kura Ocean Park
• Spoor Mini
• Dermaga
• Kid's Park.
• Penginapan
• Warung Makan
• Makam Encik Lanang
• Toko Souvenir
• Mushola
• Catur Raksasa
2. Pantai Bandengan
Kali ini kita sedikit ke timur dari Semarang, ke sebuah pantai di Jepara, tak terlalu jauh dari Kota Semarang. Pantai ini bernama Pantai Bandengan yang ada di desa Bandengan, kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di pesisir pantai utara Jawa ini menjadi salah satu tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Pada musim liburan, pantai Bandengan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Sebutan nama Pantai Bandengan ini erat kaitannya dengan salah satu legenda asal usul kepulauan pulau karimunjawa, yand dalam legenda dikisahkan Amir Hasan putra Sunan Muria yang diperintahkan untuk pergi memperdalam dan sekaligus mengembangkan ilmu agama ke Kepulauan Karimunjawa. Ketika sampai di pantai ini, mereka menemukan banyak Ikan Bandeng sehingga wilayah itu dinamakan Desa Bandengan yang lantas pantainya biasa juga disebut sebagai Pantai Bandengan.
Pantai ini sebenarnya bernama Pantai Tirta Samudera atau Pantai Tirto Samudro yang merupakan salah satu obyek wisata unggulan di Jepara, kota kelahiran salah satu Pahlawan Nasional R.A. Kartini. Pantai ini airnya jernih dan berpasir putih ini berjarak sekitar 7 KM dari pusat kota Jepara. Dahulu Pantai Bandengan ini dikelola warga sekitar, dan mulai tahun 1987 pengelolaannya di ambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dengan tetap memprioritaskan pemberdayaan masyarakat setempat. Pantai ini cocok untuk menjadi tempat wisata pantai seperti berenang, berperahu, bermain voli pantai atau sekadar bersepeda di pinggir pantai.
Satu lagi yang menarik yakni hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau di sekitar pantai yang membuat suasana di Pantai Bandengan begitu sejuk dan nyaman. Keindahan pantai di sini sebenarnya tak kalah dibandingkan dengan keindahan pantai di Bali. Jika lelah dan ingin beristirahat, di Pantai Bandengan ini terdapat resort yang dapat dijadikan tempat menginap. Setelah beristirahat malam hari, pada pagi hari Anda juga dapat menikmati sajian panorama matahari terbit di Pantai Bandengan.
3. Pantai Bondo
Masih berpetualang tentang pantai, memang di Kabupaten Jepara dimana hampir sebagian daerah dikelilingi oleh pantai. Termasuk Pulau Karimunjawa yang sangat terkenal dan eksotis pemandangannya. Bagi masyarakat lokal Jerapa, banyak pantai-pantai kecil yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berbeda dengan pantai yang sangat terkenal seperti Pantai Kartini dan Pantai Bandengan, masih banyak pantai lain yang mempunyai keunikan sendiri. Misalnya pantai mpurancak (purancak) yang memiliki keindahan pantai dan hidangan seafood yang sangat lezat dan menggugah selera. Nah, ada pantai lagi yang berdekatan dengan pantai mpurancak, namanya Pantai Bondo.
Pantai Bondo, saya sendiri ndak tau kenapa bernama Bondo. Kalau dilihat dari bahasa jawa ‘bondo’ sendiri berarti harta. Pantai Bondo letaknya lebih ke utara kalau dibandingkan dengan pantai mpurancak dan Bandengan. Kalau dari kota Jepara, silakan ke arah utara menuju pertigaan Mlonggo, kalau ndak paham boleh kok tanya dimana Mlonggo :D. Dari pertigaan Mlonggo jalan sekitar 20 menit hingga sampai pertigaan Bondo (ke kiri – pantai, ke kanan – PLTU). Silakan kawan petualang belok kiri, dari jalan ini jalanan agak rusak, namun bisa di lewati oleh kendaraan baik motor hingga bus ukuran sendang. Perjalanan masuk sekitar 10 menit hingga bibir pantai.
Sepanjang perkampungan pinggir pantai ini, petualang bisa cari view yang menarik sesuka hati. Dari ujung kampung ada dua jalan, mau lurus dan belok kanan. Semuanya sama-sama indah dan menarik. Kalau mau cari pantai pasir putih, hmm semuanya pantai dengan pasir putih. Kalau mau cari karang yang terjal, bisa lurus terus ke arah utara hingga ujung pantai. Dulunya ada tempat pelelangan ikan dan undang, namun kini hanya tingga bangunan roboh yang terhempas ombak lautan.
View ini memang cocok untuk memancing dan membakar ikan, saya sudah membuktikan dengan membeli ikan di pasar Manis (pertigaan pantai mpurancak) lalu membakarnya di pinggir pantai dengan view sunset yang teramat indah untuk dilewatkan. Tempat ini tentu saja tidak cocok untuk petualang yang mau berenang di pantai, karena hingga beberapa meter ke laut lepas, masih berupa bebatuan. Kalau mau berenang sangat di anjurkan di pantai yang berpasir putih. Ndak usah khawatir dengan batu karang, pantai Bondo hingga ke laut semuanya pasir. Berbeda dengan pantai Mpurancak dimana pada bibir pantai pasir putih namun 1 meter ke arah laut bebatuan.
Urusan kelaparan bukan jadi masalah disini, karena banyak warung kecil yang menyediakan aneka jajanan sederhana yang cukup untuk menahan lapar. Mulai dari mie hingga soft drink banyak dijajakan di warung-warung kecil.
dll. Tentunya masih banyak tempat yang menarik lainnya
Saturday, December 26, 2015
Saturday, December 19, 2015
PUISI ANAK MALIDA MLONGGO
Everlasting
Love
Oleh
: Aghny Akromuddin El Haq
Pagi
itu begitu sejuk. Langit yang tampak kuning tak dibayang-bayangi pohon. Di
dalam sebuah rumah dibalik jendela yang terbuka terdengar suara nyanyian burung
yang indah. Aku merapikan tempat tidur dan bersiap untuk mandi, dan setelah
mandi aku berkumpul sejenak dengan keluargaku untuk sarapan pagi. Waktunya
untuk pergi sekolah, aku dan adikku diantar oleh ayah. Adikku sekolah di MI dan
aku sekolah di Mts kelas 8.
Jam
menunjukkan pukul 01:00 waktunya pulang sekolah,tanpa menunggu lama aku sedah
di jemput ayah di depan gerbamh sekolah. Setelah sampai di rumah aku bergegas
berganti pakaian dan menuju ke ruang makan untuk makan siang. Siang itu tersa
panas, membuat kami berkipas-kipas gerah. Karena siang itu tidak ada kegiatan,
aku mengajak adikku untuk memancing di kolam belakang rumah, adikku pun setuju
dengan ajakanku dan kami mempersiapkan alat untuk memancing.
“Bu,
kami mau berangkat macing ikan dulu yaa...!” pintaku pada ibu sambil membawa
alat-alat pancing itu.
“Ya,
hati-hati, jaga adikmu baik-baik jangan sampai sore pulangnya nanti ayah marah”
pesan ibu pada kami.
Begitu
sampai aku dan adikku begitu semangat mencari umpan di sawah dekat kolam.
Matahari begitu terik dan terasa panas, namun tidak menurunkan semangat kami
untuk cepat-cepat ingin mendapatkan ikan yang besar dan banyak. Setelah sekian
menit kami memancing, banyak sekali ikan yang kami dapat ,mulai dari ikan lele,
ikan gabus dan lain-lain.
Tak
terasa, matahari sudah beranjak menuju senja. Matahari sudah terlihat putih
kemerahan dan tak terasa panas lagi. Karena sudah sore, aku dan adikku bergegas
pulang. Ikan yang kami dapatkan pun lumayan banyak, lebih dari cukup untuk
makan malam bersama keluargaku. Sesampainya di rumah, ibu tampak senang dengan
ikan tangkapan kami, karena ikan tangkapan kami terlihat banyak dan
besar-besar. Ikan itu masih hidup-hidup, lalu kami tampung dalam ember yang
besar.
“Bu,
kita goreng saja ikan ini untuk makan malam kita?” tanyaku dengan senang.
“Iya,
nanti ibu goreng ikannya.” Jawab ibu.
Lantas
ikan sudah berada dalam ember itu, aku simpan di dapur rumah dengan ditutup
oleh talam besar dan atasnya diganjal dengan batu agar ikannya tidak melompat
keluar. Sembari menunggu ibu menyiapkan bahan untuk menggoreng ikannya, aku
bergegas mandi dan sholat maghrib. Ikan yang tadi kami pancing, kini sudah mati
dan di goreng untuk santapan makan malam kami.
Setelah
makan malam, kami bergegas sholat isya’. Kami berkumpul di ruang keluarag
sembari menonton tv bersama keluargaku. Kami saling mengobrol tentang
pengalaman kami pada siang tadi.
Setelah
hari kemarin berlalu, hari ini adalah hari libur. Aku menunggu temanku yang
biasanya mengajak aku untuk lari-lari pagi di sekitar desa. Aku masih menunggu
di depan rumah sambil meregangkan otot agar tidak merasa kaku. Sudah 30 menit
aku menunggu, namun tidak kunjung datang juga. Akhirnya, aku pergi lari-lari
seorang diri sembari melihat pemandangan yang indah di pagi hari. Kakiku sudah
mulai teras pegal, aku putuskan untuk kembali ke rumah.
Sampai
dirumah, ibu telah siapkan sarapan pagi. Tak lama kemudian adikku datang
menghampiriku di ruang makan.
“Kak,
hari ini kakak ada acara apa?” tanya adikku sambil mengambil nasi.
“Kakak
tidak ada acara, memang kenapa?” tanyaku balik.
“Nggap
papa, nanti kita pergi ke pantai ya kak?” tanya adikku kembali.
“Ayo,
mandi dulu gih sana.” Kataku
Setelah
selesai makan, aku segera mandi dan bersiap untuk pergi ke pantai bersama
adikku. Aku pergi ke garage untuk mengambil motor.
“Ayo
dik cepat nanti kesiangan, kan panas” kataku sambil menghidupkan motor.
“Iya-iya
sebentar” jawab adikku
Selang
beberapa menit adikku datang, dan aku langsung menstarter motorku dan langsung pergi ke pantai. Dalam perjalanan aku melihat
pemandangan yang sangat indah dan mempesona,aku baru tahu ternya beginilah
suasana di desaku pada pagi hari. Setelah sampai di pantai aku bergegas turun
dari motor dan berjalan ke bibir pantai. Airnya sangat sejuk dan dingin, ku
basuh mukaku dengan air laut yang biru. Tampak dari kejauhan perahu nelayan
yang pulang dari melaut. Mereka sudah biasa pergi melaut hingga berhari-hari,
namun jika cuaca kurang baik mereka tidak berangkat melaut. Tidak jarang jika
mereka tidak mendapat penghasilan jika mereka tidak melaut.
Hari
menjelang siang, matahari sudah terik aku dan adikku bergegas pulang. Sampai
dirumah ibu dan ayah sedang santai di depan rumah sambil berkipas-kipas gerah,
seperti hari kemarin yang sangat panas. Hari ini kita mengobrol saja, semua
tertawa dan tampak bahagia.
“Siapa
yang ingin makan ice cream” tanya ibu.
“Aku,
aku....” jawabku,adikku, dan ayahku.
“Ibu
ambil ice creamnya dulu di kulkas” kata ibu
Sembari
menunggu ibu mengambil ice cream, aku mengambil makanan ringan didapur rumah.
Selang beberapa menit ibu kembali dengan membawa ice cream yang ia tawarkan
kepada kami.
“Aku
mau yang rasa jeruk” teriak adikku.
“Aku
juga mau yang rasa jeruk” kata ayahku sambil memegangi tangan adikku.
“Emmm,
aku mau yang rasa nanas” kataku sambil meminta ice cream kepada mama.
“Iya
iya sabar dulu, nanti ibu ambilkan lagi” kata ibu.
Akhirnya sekian lama kami menunggu
Ibu, Ibukupun datang juga dengan membawa Ice Cream yang ibu janjikan kepada
kami. Tak terasa beberapa menit kami menikmati Ice Creamnya, ternyata sudah
habis. Aku bergegas pergi ke dapur untuk mencuci tangan yang terasa lengket
karena terkena ice cream.
Tak terasa haripun sudah menjelang
sore, selang beberapa menit temanku datang dan mengajakku bermain sepak bola.
Tanpa ijin kepada ibu dan ayahku, aku langsung pergi saja dengan temanku
kelapangan dekat sekolah adikku.
Sudah
beberapa jam aku bermain sepak bola, walaupun begitu teman-temanku tidak tampak
keletihan, mereka masih semangat dan ingin mencetak gol lebih banyak. Namun
hari sudah menjelang petang, akhirnya aku mengajak untuk pulang.
Setelah
sampai dirumah, aku di panggil ibu,
“Kemana
kamu pulangnya sore begini” tanya ibuku dengan wajah kesal
“Dari
lapangan” jawabku sambil menatap lantai
“Kok
gak bilang sama ibu dulu kalau kamu pergi” tanya ibuku kembali
“Iya
maaf bu, aku tidak akan mengulanginya lagi” jawabku kembali
“ya
sudah mandi sana” suruh ibuku
Akhirnya
aku bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku pergi ke dapur untuk
makan, namun setelah saya mengambil nasi ternyata ibu belum memasak lauknya,
lalu aku mengambil telur di kulkas dan menggorengnya. Tak butuh waktu lama
telur gorengnya sudah matang, sembari menunggu telur gorengnya tak panas lagi
aku membuat es sirup. Setelah itu, langsung aku makan sampai habis.
hari
sudah mulai larut malam, aku pergi kekamar dan tidur dengan nyenyak.
Subscribe to:
Posts (Atom)

