Saturday, December 26, 2015

Tempat Wisata Pantai Di Jepara Jawa Tengah

Wisata di Indonesia tidak kalah menarik dibandingkan dengan wisata luar negri, namun masih banyak orang yang tidak mengetahuinya.

Salah satu wisata yang menarik di Indonesia adalah di Jawa Tengah, Jepara.

Tempat wisata di daerah Jepara sangat banyak dan tentunya sangat indah.

Inilah daftar tempat wisata di Jepara:
1. Pantai Kartini

           Pantai Kartini adalah obyek wisata pantai di Bulu, Jepara, Jawa Tengah. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari pendopo Kantor Bupati Jepara. Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Selain itu Pantai Kartini, tidak bisa lepas dari suatu acara tradisional yang disebut “Lomban”. Acara ini merupakan acara budaya masyarakat Jepara yang berlangsung selama 1 hari tepatnya pada tanggal 8 Syawal atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Pantai Kartini disebut juga "Pemandian" yang terletak di bagian barat Pantai Kartini, karena pada awalnya digunakan sebagai pemandian yang dipercayai masyarakat dapat menyembuhkan penyakit rematik. Selain itu, banyak fasilitas yang dapat digunakan para pengunjung. Yaitu: Fasilitas • Pantai dan Taman
                                                         • Kura-Kura Ocean Park
                                                         • Spoor Mini
                                                         • Dermaga
                                                         • Kid's Park.                      
                                                         • Penginapan
                                                         • Warung Makan
                                                         • Makam Encik Lanang
                                                         • Toko Souvenir
                                                         • Mushola
                                                         • Catur Raksasa

2. Pantai Bandengan
         
  Kali ini kita sedikit ke timur dari Semarang, ke sebuah pantai di Jepara, tak terlalu jauh dari Kota Semarang. Pantai ini bernama Pantai Bandengan yang ada di desa Bandengan, kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di pesisir pantai utara Jawa ini menjadi salah satu tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Pada musim liburan, pantai Bandengan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

            Sebutan nama Pantai Bandengan ini erat kaitannya dengan salah satu legenda asal usul kepulauan pulau karimunjawa, yand dalam legenda dikisahkan Amir Hasan putra Sunan Muria yang diperintahkan untuk pergi memperdalam dan sekaligus mengembangkan ilmu agama ke Kepulauan Karimunjawa. Ketika sampai di pantai ini, mereka menemukan banyak Ikan Bandeng sehingga wilayah itu dinamakan Desa Bandengan yang lantas pantainya biasa juga disebut sebagai Pantai Bandengan.

             Pantai ini sebenarnya bernama Pantai Tirta Samudera atau Pantai Tirto Samudro yang merupakan salah satu obyek wisata unggulan di Jepara, kota kelahiran salah satu Pahlawan Nasional R.A. Kartini. Pantai ini airnya jernih dan berpasir putih ini berjarak sekitar 7 KM dari pusat kota Jepara. Dahulu Pantai Bandengan ini dikelola warga sekitar, dan mulai tahun 1987 pengelolaannya di ambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dengan tetap memprioritaskan pemberdayaan masyarakat setempat. Pantai ini cocok untuk menjadi tempat wisata pantai seperti berenang, berperahu, bermain voli pantai atau sekadar bersepeda di pinggir pantai.

             Satu lagi yang menarik yakni hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau di sekitar pantai yang membuat suasana di Pantai Bandengan begitu sejuk dan nyaman. Keindahan pantai di sini sebenarnya tak kalah dibandingkan dengan keindahan pantai di Bali. Jika lelah dan ingin beristirahat, di Pantai Bandengan ini terdapat resort yang dapat dijadikan tempat menginap. Setelah beristirahat malam hari, pada pagi hari Anda juga dapat menikmati sajian panorama matahari terbit di Pantai Bandengan.

3. Pantai Bondo

Masih berpetualang tentang pantai, memang di Kabupaten Jepara dimana hampir sebagian daerah dikelilingi oleh pantai. Termasuk Pulau Karimunjawa yang sangat terkenal dan eksotis pemandangannya. Bagi masyarakat lokal Jerapa, banyak pantai-pantai kecil yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berbeda dengan pantai yang sangat terkenal seperti Pantai Kartini dan Pantai Bandengan, masih banyak pantai lain yang mempunyai keunikan sendiri. Misalnya pantai mpurancak (purancak) yang memiliki keindahan pantai dan hidangan seafood yang sangat lezat dan menggugah selera. Nah, ada pantai lagi yang berdekatan dengan pantai mpurancak, namanya Pantai Bondo.

Pantai Bondo, saya sendiri ndak tau kenapa bernama Bondo. Kalau dilihat dari bahasa jawa ‘bondo’ sendiri berarti harta. Pantai Bondo letaknya lebih ke utara kalau dibandingkan dengan pantai mpurancak dan Bandengan. Kalau dari kota Jepara, silakan ke arah utara menuju pertigaan Mlonggo, kalau ndak paham boleh kok tanya dimana Mlonggo :D. Dari pertigaan Mlonggo jalan sekitar 20 menit hingga sampai pertigaan Bondo (ke kiri – pantai, ke kanan – PLTU). Silakan kawan petualang belok kiri, dari jalan ini jalanan agak rusak, namun bisa di lewati oleh kendaraan baik motor hingga bus ukuran sendang. Perjalanan masuk sekitar 10 menit hingga bibir pantai.

Sepanjang perkampungan pinggir pantai ini, petualang bisa cari view yang menarik sesuka hati. Dari ujung kampung ada dua jalan, mau lurus dan belok kanan. Semuanya sama-sama indah dan menarik. Kalau mau cari pantai pasir putih, hmm semuanya pantai dengan pasir putih. Kalau mau cari karang yang terjal, bisa lurus terus ke arah utara hingga ujung pantai. Dulunya ada tempat pelelangan ikan dan undang, namun kini hanya tingga bangunan roboh yang terhempas ombak lautan.

View ini memang cocok untuk memancing dan membakar ikan, saya sudah membuktikan dengan membeli ikan di pasar Manis (pertigaan pantai mpurancak) lalu membakarnya di pinggir pantai dengan view sunset yang teramat indah untuk dilewatkan. Tempat ini tentu saja tidak cocok untuk petualang yang mau berenang di pantai, karena hingga beberapa meter ke laut lepas, masih berupa bebatuan. Kalau mau berenang sangat di anjurkan di pantai yang berpasir putih. Ndak usah khawatir dengan batu karang, pantai Bondo hingga ke laut semuanya pasir. Berbeda dengan pantai Mpurancak dimana pada bibir pantai pasir putih namun 1 meter ke arah laut bebatuan.

Urusan kelaparan bukan jadi masalah disini, karena banyak warung kecil yang menyediakan aneka jajanan sederhana yang cukup untuk menahan lapar. Mulai dari mie hingga soft drink banyak dijajakan di warung-warung kecil.

 dll. Tentunya masih banyak tempat yang menarik lainnya

Saturday, December 19, 2015

PUISI ANAK MALIDA MLONGGO



Everlasting Love
Oleh : Aghny Akromuddin El Haq

Pagi itu begitu sejuk. Langit yang tampak kuning tak dibayang-bayangi pohon. Di dalam sebuah rumah dibalik jendela yang terbuka terdengar suara nyanyian burung yang indah. Aku merapikan tempat tidur dan bersiap untuk mandi, dan setelah mandi aku berkumpul sejenak dengan keluargaku untuk sarapan pagi. Waktunya untuk pergi sekolah, aku dan adikku diantar oleh ayah. Adikku sekolah di MI dan aku sekolah di Mts kelas 8.
Jam menunjukkan pukul 01:00 waktunya pulang sekolah,tanpa menunggu lama aku sedah di jemput ayah di depan gerbamh sekolah. Setelah sampai di rumah aku bergegas berganti pakaian dan menuju ke ruang makan untuk makan siang. Siang itu tersa panas, membuat kami berkipas-kipas gerah. Karena siang itu tidak ada kegiatan, aku mengajak adikku untuk memancing di kolam belakang rumah, adikku pun setuju dengan ajakanku dan kami mempersiapkan alat untuk memancing.
“Bu, kami mau berangkat macing ikan dulu yaa...!” pintaku pada ibu sambil membawa alat-alat pancing itu.
“Ya, hati-hati, jaga adikmu baik-baik jangan sampai sore pulangnya nanti ayah marah” pesan ibu pada kami.
Begitu sampai aku dan adikku begitu semangat mencari umpan di sawah dekat kolam. Matahari begitu terik dan terasa panas, namun tidak menurunkan semangat kami untuk cepat-cepat ingin mendapatkan ikan yang besar dan banyak. Setelah sekian menit kami memancing, banyak sekali ikan yang kami dapat ,mulai dari ikan lele, ikan gabus dan lain-lain.
Tak terasa, matahari sudah beranjak menuju senja. Matahari sudah terlihat putih kemerahan dan tak terasa panas lagi. Karena sudah sore, aku dan adikku bergegas pulang. Ikan yang kami dapatkan pun lumayan banyak, lebih dari cukup untuk makan malam bersama keluargaku. Sesampainya di rumah, ibu tampak senang dengan ikan tangkapan kami, karena ikan tangkapan kami terlihat banyak dan besar-besar. Ikan itu masih hidup-hidup, lalu kami tampung dalam ember yang besar.
“Bu, kita goreng saja ikan ini untuk makan malam kita?” tanyaku dengan senang.
“Iya, nanti ibu goreng ikannya.” Jawab ibu.
Lantas ikan sudah berada dalam ember itu, aku simpan di dapur rumah dengan ditutup oleh talam besar dan atasnya diganjal dengan batu agar ikannya tidak melompat keluar. Sembari menunggu ibu menyiapkan bahan untuk menggoreng ikannya, aku bergegas mandi dan sholat maghrib. Ikan yang tadi kami pancing, kini sudah mati dan di goreng untuk santapan makan malam kami.
Setelah makan malam, kami bergegas sholat isya’. Kami berkumpul di ruang keluarag sembari menonton tv bersama keluargaku. Kami saling mengobrol tentang pengalaman kami pada siang tadi.
Setelah hari kemarin berlalu, hari ini adalah hari libur. Aku menunggu temanku yang biasanya mengajak aku untuk lari-lari pagi di sekitar desa. Aku masih menunggu di depan rumah sambil meregangkan otot agar tidak merasa kaku. Sudah 30 menit aku menunggu, namun tidak kunjung datang juga. Akhirnya, aku pergi lari-lari seorang diri sembari melihat pemandangan yang indah di pagi hari. Kakiku sudah mulai teras pegal, aku putuskan untuk kembali ke rumah.
Sampai dirumah, ibu telah siapkan sarapan pagi. Tak lama kemudian adikku datang menghampiriku di ruang makan.
“Kak, hari ini kakak ada acara apa?” tanya adikku sambil mengambil nasi.
“Kakak tidak ada acara, memang kenapa?” tanyaku balik.
“Nggap papa, nanti kita pergi ke pantai ya kak?” tanya adikku kembali.
“Ayo, mandi dulu gih sana.” Kataku
Setelah selesai makan, aku segera mandi dan bersiap untuk pergi ke pantai bersama adikku. Aku pergi ke garage untuk mengambil motor.
“Ayo dik cepat nanti kesiangan, kan panas” kataku sambil menghidupkan motor.
“Iya-iya sebentar” jawab adikku
Selang beberapa menit adikku datang, dan aku langsung menstarter motorku dan langsung  pergi ke pantai. Dalam perjalanan aku melihat pemandangan yang sangat indah dan mempesona,aku baru tahu ternya beginilah suasana di desaku pada pagi hari. Setelah sampai di pantai aku bergegas turun dari motor dan berjalan ke bibir pantai. Airnya sangat sejuk dan dingin, ku basuh mukaku dengan air laut yang biru. Tampak dari kejauhan perahu nelayan yang pulang dari melaut. Mereka sudah biasa pergi melaut hingga berhari-hari, namun jika cuaca kurang baik mereka tidak berangkat melaut. Tidak jarang jika mereka tidak mendapat penghasilan jika mereka tidak melaut.
Hari menjelang siang, matahari sudah terik aku dan adikku bergegas pulang. Sampai dirumah ibu dan ayah sedang santai di depan rumah sambil berkipas-kipas gerah, seperti hari kemarin yang sangat panas. Hari ini kita mengobrol saja, semua tertawa dan tampak bahagia.
“Siapa yang ingin makan ice cream” tanya ibu.
“Aku, aku....” jawabku,adikku, dan ayahku.
“Ibu ambil ice creamnya dulu di kulkas” kata ibu
Sembari menunggu ibu mengambil ice cream, aku mengambil makanan ringan didapur rumah. Selang beberapa menit ibu kembali dengan membawa ice cream yang ia tawarkan kepada kami.
“Aku mau yang rasa jeruk” teriak adikku.
“Aku juga mau yang rasa jeruk” kata ayahku sambil memegangi tangan adikku.
“Emmm, aku mau yang rasa nanas” kataku sambil meminta ice cream kepada mama.
“Iya iya sabar dulu, nanti ibu ambilkan lagi” kata ibu.
            Akhirnya sekian lama kami menunggu Ibu, Ibukupun datang juga dengan membawa Ice Cream yang ibu janjikan kepada kami. Tak terasa beberapa menit kami menikmati Ice Creamnya, ternyata sudah habis. Aku bergegas pergi ke dapur untuk mencuci tangan yang terasa lengket karena terkena ice cream.
            Tak terasa haripun sudah menjelang sore, selang beberapa menit temanku datang dan mengajakku bermain sepak bola. Tanpa ijin kepada ibu dan ayahku, aku langsung pergi saja dengan temanku kelapangan dekat sekolah adikku.
Sudah beberapa jam aku bermain sepak bola, walaupun begitu teman-temanku tidak tampak keletihan, mereka masih semangat dan ingin mencetak gol lebih banyak. Namun hari sudah menjelang petang, akhirnya aku mengajak untuk pulang.
Setelah sampai dirumah, aku di panggil ibu,
“Kemana kamu pulangnya sore begini” tanya ibuku dengan wajah kesal
“Dari lapangan” jawabku sambil menatap lantai
“Kok gak bilang sama ibu dulu kalau kamu pergi” tanya ibuku kembali
“Iya maaf bu, aku tidak akan mengulanginya lagi” jawabku kembali
“ya sudah mandi sana” suruh ibuku
Akhirnya aku bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku pergi ke dapur untuk makan, namun setelah saya mengambil nasi ternyata ibu belum memasak lauknya, lalu aku mengambil telur di kulkas dan menggorengnya. Tak butuh waktu lama telur gorengnya sudah matang, sembari menunggu telur gorengnya tak panas lagi aku membuat es sirup. Setelah itu, langsung aku makan sampai habis.
hari sudah mulai larut malam, aku pergi kekamar dan tidur dengan nyenyak.